Bermodal nol rupiah hingga memproduksi puluhan ribu jenis pakaian

Dec 10

(Last Updated On: December 10, 2019)

kisah pengusaha sukses – Pada episode kali ini kita akan membahas seorang pengusaha konveksi di semarang yang membangun usahanya dari nol. Alias tanpa modal sama sekali. Silahkan baca kisahnya dengan baik-baik dan semoga menjadi inspirasi.

 

kisah pengusaha sukses

 

Kisah kali ini berasal dari pemuda asli Semarang bernama Bambang Nur Sholeh. Pemuda yang pada tanggal 26 oktober nanti akan genap berusia 29 tahun saat ini tengah menggeluti bisnis di bidang jasa konveksi. Dengan nama usahanya berkah konveksi. Yang kepo dengan usahanya silahkan klik link di bawah ini :

|| Konveksi Semarang bergaransi 100 persen

 

Kalau ingin berbicara langsung dengan orangnya untuk belajar bisnis konveksi bisa langsung menghubungi beliau via WhatsApp di 0856-4105-8609. Kalau mau tahu orangnya bisa kepoin facebooknya.

 

Kisah Pengusaha Sukses – Berbisnis Konveksi dengan modal nol rupiah

 

Tidak pernah ia sangka bahwa berbisnis akan menjadi mata pencahariannya. Dari kecil cita-citanya memang selalu berubah. Hingga saat SMA ia memutuskan untuk menjadi seorang guru kimia. Ia jatuh cinta dengan pelajaran kimia karena kagum dengan Pak Hadi. Guru kimianya saat SMA.

 

Tetapi ternyata keinginan untuk menjadi guru tidak berjalan lancar. Ia gagal diterima di pendidikan kimia Universitas Negeri Semarang lewat ujian mandiri. Akibat penolakan itu, Mas Bamz (panggilan akrab beliau) menjadi bingung ingin menjadi apa. Ia kehilangan arah dan mencoba semua. Ikut tes AKPOL (Akademi Polisi), IPDN, SECABA, SNMPTN, hingga akhirnya ia diterima di jurusan INFOKOM (Informasi dan Komunikasi) POLINES (Politeknik Negeri Semarang dulu D3 Universitas Diponegoro)

 

Alasannya memilih jurusan infokom karena disana diajarkan untuk membuat website. Mas Bamz ingin menekuni pembuatan website agar bisa seperti sepupunya di Solo. Mampu meraup jutaan rupiah dari jasa pembuatan website.

 

Namun lagi-lagi manusia hanya bisa berencana. Allah yang menentukan segalanya. Tiba-tiba temannya memberitahu kalau Mas Bamz diterima di jurusan S1 Teknik Mesin Undip. Sebenarnya Mas Bamz ingin merahasiakan hal ini dari orang tuanya. Tetapi karena orang tuanya sudah setuju kalau dia akan kuliah di Polines maka Mas Bamz memutuskan untuk bercerita.

 

Orang tua Mas Bamz akhirnya bercerita pada tetangga-tetangga. Lewat cerita inilah akhirnya keyakinan mereka untuk menguliahkan Mas Bamz di POLINES berubah. Berdasarkan masukan tetangga, kuliah di teknik mesin UNDIP jauh lebih prospek daripada di POLINES. Terjadilah perdebatan. Hasil akhirnya bisa ditebak. Mas Bamz akhirnya kuliah di teknik mesin UNDIP karena desakan keluarga dan orang tua.

 

Tak mudah sebenarnya mengikhlaskan untuk pindah. Selain harus mengubur mimpinya untuk menjadi seorang ahli dalam pembuatan website, ia juga harus mengikhlaskan uang 4,5 juta yang sudah terlanjur dibayarkan. Padahal jumlah itu termasuk besar bagi keluarganya.

 

Belum lagi orang tuanya masih harus mengeluarkan uang sebesar 3,7 juta untuk biasa masuk Undip. Artinya untuk biaya kuliah, orang tua Mas Bamz sudah mengeluarkan uang sebesar 8,2 juta rupiah.

Kuliah di jurusan Teknik Mesin Undip

 

Sejak hari pertama kuliah, Mas Bamz memutuskan untuk belajar serius agar segera lulus. Ia ingin segera bekerja dan mengganti uang yang telah dikeluarkan oleh kedua orang tuanya.

 

Namun keinginan itu ternyata tak cukup kuat. Budaya hidup di mesin yang keras sangat tidak cocok bagi dirinya. Ia tak terbiasa hidup di lingkungan yang keras. Ditambah pelajaran yang tak mampu ia cerna dengan baik. Teknik Mesin berinti pada gambar, matematika, dan fisika. Matematika bisa ia takhlukkan tapi tidak dengan gambar teknik dan fisika.

 

Setahun kuliah di Teknik Mesin Undip, ia mengatakan ingin berhenti kuliah. Namun tentu saja orang tuanya tidak mengizinkan. Akhirnya dengan berat hati, Mas Bamz melanjutkan kuliah meski tak ada ketertarikan dalam menjalaninya.

 

Mulai Belajar Bisnis

 

Di awal tahun 2012, ketika memasuki semester 6, Mas Bamz memutuskan untuk berbisnis. Awalnya bukan usaha konveksi tetapi menjual kaos satuan. Ia tertarik untuk menekuni bisnis tersebut karena melihat temannya yang cukup sukses dengan bisnis itu. Apalagi bisnis jasa kaos satuan bisa dimulai tanpa modal.

 

Mas Bambang hanya perlu membuat desain kaos yang unik dengan corel draw lalu mempromosikan desain tersebut ke media sosial. Saat ada orang yang tertarik membuat kaos, maka mas bambang meminta bayaran di muka lalu menyerahkan orderan kepada jasa konveksi kaos satuan di Semarang. Tentu saja harga kaos di jasa konveksi tersebut lebih murah dari harga yang ia tentukan ke konsumen. Dari situ mas Bambang mendapat untung.

 

Ia memberi nama bisnisnya “murahan kaos” dengan slogan, harga boleh murah tetapi kualitas tidak boleh murahan.

 

Namun ternyata bisnisnya tidak berjalan lancar. Tidak seperti temannya yang banyak orderan, mas bambang sedikit sekali mendapat  konsumen. Rata-rata 2-3 orang setiap bulan. Faktor utamanya karena desain yang kurang menarik. Lebih parahnya karena fokus pada bisnis, IP-nya di semester enam tambah parah.

 

Setelah mulai berbisnis dari bulan Februari hingga Juli, akhirnya mas Bambang memutuskan untuk berhenti berbisnis dan memilih fokus kuliah.

 

Rencananya seperti itu, tetapi ternyata keputusan itu hanya berlangsung sebentar. Tetangganya kebetulan membuka usaha konveksi rumahan. Menariknya tetangganya ini juga melayani pembuatan satuan. Entah itu kaos maupun jaket.

 

Melihat tetangganya membuka usaha, semangat Mas Bambang berwirausaha kembali menyala. Ia mulai lagi menawarkan jasa pembuatan kaos dan jaket satuan di media sosial maupun secara langsung. Kali ini ia ganti nama usahanya dari “murahan kaos” ke “bamz production”. Di kesempatan kedua ini Mas Bambang menambah kanal penjual lewat blogspot. Dengan alamat http://bamzproduction.blogspot.com

 

Di usahanya yang kedua ini, jumlah orderan meningkat meski tidak terlalu signifikan. Tetapi mas Bambang tidak menyerah. Ia tetap mempromosikan usahanya. Bahkan saat kuliah ia lebih fokus untuk menawarkan usahanya daripada belajar. Tetapi ajaibnya di semester 7 IP-nya jauh lebih baik dari semester 6.

 

bamz production hanya belangsung selama 7 bulan. Dari awal agustus – akhir februari. Di awal bulan maret mas bambang memutuskan untuk bergabung dengan dua temannya yang memiliki usaha yang sama. Mereka bertiga sepakat memberi nama usahanya Iqrothing.

 

Namun Iqrothing hanya hidup selama dua bulan. Dari awal maret sampai mei. Alasan usaha bersama ini bubar karena adanya perbedaan pendapat. Salah satu anggota hanya ingin menjual kaos-kaos bertema islam / dakwah. Sementara mas Bambang dan satu orang temannya tidak setuju. Mereka ingin berjualan semua jenis kaos.

 

Di awal bulan Juni, mas Bambang dan satu orang temannya sepakat memberi nama baru pada usahanya, “awesome” yang artinya luar biasa. Harapannya setiap produk yang dibuat oleh awesome akan luar biasa dan selalu memuaskan konsumen.

 

Bersama temannya mas bambang tidak hanya mempromosikan produk melalui media sosial dan mulut ke mulut. Tetapi juga menempelkan pamflet ke kampus-kampus.

 

Dengan nama awesome, usaha mas bambang mendapatkan orderan yang lumayan. Bisa dibilang saat itulah orderan terbanyak yang ia dapat sejak pertama kali membuka usaha. Sayangnya awesome juga hanya berjalan seumur jagung. Alasannya perpecahan juga karena perbedaan pendapat. Kali ini pada cara mengambil untung. Mas bambang ingin untung diambil dengan harga. Katakanlah 5.000, 10.000, atau 15.000. Tetapi temannya ingin mengambil untung dari persentase. 15 persen, 20 persen, atau 25 persen.

 

Karena masing-masing bersikeras dengan usahanya, maka mas Bambang merasa akan sia-sia untuk melanjutkan kerja sama. Ia memilih menghentikan usaha setelah membagi keuntungan yang di dapat selama ini. Termasuk menyerahkan properti usaha kepada temannya.

 

Setelah keluar dari awesome, mas Bambang memutuskan untuk berhenti usaha. Ia mulai berpikir berbisnis tidak cocok dengan hidupnya. Ia mau fokus lagi ke kuliahnya dan menyelesaikannya. Namun entah mengapa ia seperti tak bisa berpisah dengan dunia usaha. Saat mas Bambang memutuskan untuk berhenti usaha, ia justru dijadikan sebagai kepala departemen ekonomi dari salah satu organisasi yang ia ikuti.

 

Semua orang sudah paham bahwa departemen ekonomi adalah tempatnya untuk mencari dana. Yang tugas utamanya adalah berjualan. Saat itu proyek pertama dari departemen ekonomi yang ia ketuai adalah pengadaan jaket organisasi. Bukan hanya untuk anggota tetapi juga untuk alumni.

 

Mas Bambang sebagai ketua bertanggung jawab untuk proses produksi jaket. Ia lalu meminta bantuan temannya yang sudah memiliki usaha konveksi. Dari sinilah pemikiran mas bambang berubah. Jika dulu ia hanya fokus pada pembuatan kaos dan jaket satuan, sekarang ia mengincar proyek-proyek dalam jumlah banyak / grosiran. Minimal jumlahnya 24 pcs.

 

Membuka usaha konveksi di Semarang

 

Di awal bulan november, mas Bambang kembali menjalankan bisnis. Kali ini ia hanya menerima orderan dalam jumlah besar tidak lagi satuan. Ia memberi nama usahanya “arroyyan cloth”. Arroyyan berasal dari bahasa arab yang berarti pintu surga untuk orang-orang yang berpuasa. Sementara cloth berasal dari bahasa inggris yang bisa diartikan pakaian.

 

Setelah membuat nama, langkah selanjutnya adalah mencari produsen yang bisa diajak bekerja sama. Beruntung ia punya kenalan teman di garut yang punya usaha konveksi. Meski ia juga memiliki kawan di semarang yang memiliki usaha serupa, namun harga produksi dari temannya yang di garut ini jauh lebih murah.

 

Untuk bisa menjalankan bisnisnya tanpa modal, langkah yang dilakukan mas Bambang adalah promosi. Baik lewat media sosial, dari mulut ke mulut, maupun website. Ia tak lagi menempelkan pamflet ke mading-mading kampus karena dinilai kurang efektif.

 

Saat mendapat orderan, maka tugas mas bambang adalah menyerahkan DP atau uang muka yang diberikan konsumen ke temannya di garut. Nanti teman inilah yang akan bertanggung jawab dalam proses produksi. Setelah barang jadi langsung dikirim ke Semarang. Saat nanti konsumen melunasi barulah mas Bambang membayar biaya pelunasan kepada temannya di Garut. Dari situlah untung di dapat.

 

konveksi semarang murah

rumah dan kantor arroyyan cloth

 

Alhamdulillah sejak bulan november tahun 2013, selalu ada orderan konveksi yang datang. Minimal satu setiap bulannya. Dan keuntungan sudah cukup untuk biaya hidupnya sendiri.

 

Mengganti nama usaha menjadi berkah konveksi

 

Pada awal tahun 2016, mas Bambang memutuskan mengganti nama usahanya lagi menjadi “berkah konveksi”. Alasannya karena konsumen terlalu sulit untuk mengingat ataupun menyebut nama usahanya yang lama, “arroyyan cloth”.

 

Alasannya memilih nama berkah konveksi agar usahanya selalu mendapat keberkahan. Hingga saat ini mas Bambang masih berjuang untuk membesarkan usahanya. Ia mempunyai cita-cita untuk menjadikan berkah konveksi sebagai jasa konveksi terbesar di Semarang. Memiliki banyak mesin dan pegawai.

 

Mari sama-sama kita doakan semoga Mas Bambang bisa mencapai kesuksesan. Aaamiiin.

 

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Kisah Mas Bambang

 

Bagaimana kawan-kawan kisah pengusaha sukses di atas? Cukup inspiratif kah?

 

Dari kisah di atas ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik :

  1. Tidak menyerah dalam menjalankan usaha, meski awal-awal sepi orderan
  2. Terkadang Allah tidak mengabulkan keinginan kita untuk menempatkan kita di posisi yang lebih baik. Seperti mas Bambang yang tidak jadi kuliah di Polines tetapi pada akhirnya ia bisa mendirikan usaha konveksi
  3. Ada beberapa jenis usaha yang bisa kita mulai tanpa modal sedikitpun alias nol rupiah. Asal kita mau berpikir kreatif
  4. Rezeki kita sebenarnya sudah di atur oleh Allah. Tugas kita hanyalah untuk selalu ikhtiar, berdoa, dan terakhir tawakal

 

Kalau menurut kawan-kawan pembaca, hikmah apalagi yang bisa kita ambil dari kisah mas Bambang di atas? Silahkan tulis di kolom komentar ya…

 

Dan kalau menurut kalian kisah ini menarik dan inspiratif silahkan di Share, agar pembaca yang lain juga bisa mendapatkan manfaatnya.

 

Terima kasih sudah berkenan membaca artikel dari perencanaanbisnis.com. Ikuti terus artikel-artikel yang saya tulis. Karena di sini kita akan sama-sama belajar bisnis dan juga berbagi kisah inspiratif dengan kawan-kawan pengusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest